Cara Pembesian Kolam Renang, Struktur, dan Tahapannya

pembesian kolam renang

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai pemasangan bata pada kolam renang, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah pembesian alias reinforcing steel.

Tahapan ini penting dan mempengaruhi kestabilan dan kekuatan konstruksi kolam renang untuk jangka panjang.

Secara sederhana pembesian sendiri adalah proses instalasi besi dengan menganyam besi tersebut membentuk struktur tertentu. Pembesian menjadi langkah wajib yang tidak bisa dilewatkan dalam proses pembuatan kolam renang.

Seberapa penting pembesian dan bagaimana cara melakukannya? Silahkan simak penjelasan di bawah untuk mengetahuinya.

Alasan Mengapa Pembesian Itu Penting dalam Proyek Kolam Renang

Pembesian menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap ketahanan konstruksi. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya:

Faktor Penentu Kestabilan Konstruksi

Proses pembesian yang dilakukan dengan baik akan membuat konstruksi menjadi lebih stabil dan minim mengalami kendala untuk jangka panjang. Hal yang sebaliknya akan terjadi jika tahapan ini dikerjakan kurang teliti atau menggunakan besi beton kualitas buruk. Konstruksi kolam renang menjadi kurang stabil, risiko retak dan bocor menjadi jauh lebih tinggi.

Mencegah Kerusakan Fatal Pemborosan Biaya

Apabila terdapat kecacatan dari segi pembesian maka ini bisa menimbulkan kerusakan fatal pada konstruksi. Hal seperti ini tidak hanya mengganggu tetapi juga menyebabkan pengeluaran yang cukup besar untuk keperluan renovasi.

Keamanan Konstruksi

Selain itu, pembesian yang baik juga meningkatkan keamanan fungsi dari konstruksi kolam renang. Jangan sampai terjadi masalah yang bisa membahayakan hanya karena kualitas pembesian yang kurang bagus.

Struktur dan Spesifikasi Pembesian Kolam Renang

Struktur pembesian kolam renang dirancang membentuk anyaman dengan rangkap dua. Ukuran besi kolam renang menyesuaikan dengan kebutuhannya. Berikut ini contoh spesifikasinya:

tahapan pembesian kolam renang

1. Besi polos:

  • Diameter: 6 hingga 50 mm
  • Digunakan untuk tegangan tarik balok pelat RCC (Beton semen bertulang)

2. Besi ulir:

  • Diameter: 8 hingga 16 mm
  • Diguakan untuk menahan beban beton dan memiliki kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan besi polos

3. Besi 10 ulir untuk dinding dan lantai kolam renang

4. Besi 13 ulir untuk sloof kolam renang

5. Besi 8 digunakan untuk membuat sengkang atau bekel

Secara spesifik hanya kontraktor kolam renang yang mengetahui struktur pembesian yang tepat. Mereka menentukan hal ini dengan ilmu konstruksi yang tepat untuk memastikan bahwa konstruksi kolam renang yang dibuat sesuai dengan standar.

Cara Pembesian Kolam Renang Sesuai dengan Prosedur

Pembesian kolam renang prosedurnya cukup rumit, berikut ini gambaran umum mengenai tahapan-tahapannya.

Menyiapkan Alat dan Material

Pertama, adalah mempersiapkan alat dan material yang dibutuhkan. Alat yang dibutuhkan adalah gunting besi khusus untuk memotong besi, besi beton ulir dan polos menyesuaikan kebutuhan, dan lain sebagainnya.

Memotong Besi Sesuai Kebutuhan Konstruksi

Selanjutnya, adalah memotong bagian besi menjadi beberapa bagian. Besi dengan diameter 8 – 12 mm dipotong dengan menggunakan gunting besi khusus. Namun, untuk besi dengan diameter yang lebih besar perlu menggunakan alat yang lebih kuat. Proses pemotongan harus dilakukan dengan berhati-hati dan metode yang tepat.

Baca juga: Pentingnya Bowplank dalam Pembuatan Kolam Renang

Pemasangan Besi ke Bagian Kolam Renang

Setelah itu, besi-besi tersebut dipasang dan dirangkai membentuk semacam anyaman dengan rangkap dua. Tahapan ini sedikit sulit untuk dilakukan jika kontraktor belum terbiasa.

Besi dirangkai membentuk semacam persegi menyusun sebuah struktur konstruksi yang kokoh, rapi, dan kuat sebelum nanti akhirnya dilanjutkan dengan pengecoran kolam renang.

Kesulitan meningkat apabila bentuk dari kolam renang lebih rumit (bukan persegi panjang). Karena bagian pembesian ini harus disesuaikan dengan pola bentuk kolam.

Tips Tambahan Saat Melakukan Pembesian Kolam Renang

Sebelum menutup pembahasan kali ini, admin punya beberapa tips tambahan untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.

  1. Pastikan untuk menggunakan besi dengan kualitas yang bagus. Acuannya adalah SNI, material konstruksi yang baik sudah memenuhi standar tersebut.
  2. Jarak instalasi yang benar. Besi yang dipasang sebaiknya disesuaikan dengan struktur kolam renang, jangan sampai terlalu jauh atau dekat untuk jarak instalasinya
  3. Pastikan kontraktor berpengalaman. Tahap pembesian sebaiknya hanya dilakukan oleh tukang yang memang kompeten di bidangnya dan sudah terbiasa menyelesaikan pekerjaan ini.
  4. Mengecek pemasangan besi ulang. Setelah proses instalasi besi sudah selesai dilakukan, pastikan untuk mengeceknya ulang jangan sampai ada bagian yang keliru. Jika kurang teliti, posisi sudah dilakukan pengecoran maka hasil konstruksi betonnya menjadi kurang bagus

Sebagai kontraktor kolam renang yang berpengalaman, Mulia Jaya Pool memastikan pembesian yang dengan metode yang tepat dan pengerjaan yang rapi. Hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai pengerjaan proyek pembuatan kolam renang pribadi atau umum.

Tinggalkan Balasan